Cara Cepat Menjadi Kaya dengan Berinfak / Sedekah

Selasa, 30 Juni 20150 komentar

Print Friendly and PDF
Pernahkah kita sedikit terlintas jika Infak merupakan jalan terbaik untuk kita mempercepat jalan rizki untuk datang kepada kita? Kebanyakan dari kita tidak menyadari akan hal ini, lalu apa dasar yang bisa kita pegang untuk bisa mempedomani hal tersebut? langsung saja kita ulas lebih lanjut.

infak fi sabilillah merupakan amal ketaatan yang sangat agung dan tinggi nilainya. Bentuknya: seorang mujahid membiayai dirinya dan kendaraannya sendiri, membiayai mujahidin selain dirinya baik berupa biaya pembelian senjata, amunisi, dan selainnya. Masuk di dalamnya nafkah/biaya yang diperuntukkan keluarga mujahid selama ditinggal berjihad.

Infak untuk jihad fi sabilillah adalah seutama-utamanya infak yang dikeluarkan seorang muslim. Karena jihad adalah amal tertinggi di dalam Islam yang menjadi benteng perlindungan bagi dien ini dan sebab utama kemuliannya. Jika ia ditinggalkan maka umat akan mengalami kehinaan dan keterbelakangan. Maka setiap sebab yang menjadikan sempurna amal jihad fi sabilillah terhitung sebagai jihad itu sendiri.

"Dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Taubah: 41)

Keutamaan mendapat pahala berjihad juga didapatkan oleh orang yang ikhlas dan amanah memenuhi kebutuhan keluarga mujahid yang ditinggalkan, berupa memenuhi nafkah keluarga tersebut, mengobatkan yang sakit, membiayai pendidikan anak-anaknya, dan semisalnya. 

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

Membudayakan sedekah

KEUTAMAAN-KEUTAMAAN INFAQ

 Shadaqah nafilah termasuk amal ibadah yang memberikan masukkan besar bagi pelakunya, bahkan batasan jumlah pahala tersebut tidak terhingga dan hanya Allah-lah yang mengetahuinya.

Allah akan menggantikan harta yang dishadaqahkan, memberkahinya dan menambahkan karunia-Nya. (QS. 34:39)

“… dan barang apa yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantikan harta yang dishadaqahkan, memberkahinya dan menambahkan karunia-Nya”. (Saba’34:39)

Keutamaan bershadaqah nafilah bahwa ia mampu melepaskan seorang mu’min dari sifat kikir dan melatih tumbuhnya sifat berkorban, suka berinfaq dan itsar (mementingkan orang lain)

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang-orang muhajirin) dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-Hasyr 59:9)


Keutamaan Sedekah
 “Bersedekahlah walaupun dengan sebutir kurma, karena hal itu dapat menutup dari kelaparan dan dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” (HR. Ibnul Mubarok dari hadits Ikrimah)

“Jagalah kamu dari neraka walaupun dengan separoh kurma. Jika kamu tidak mendapatkannya, maka dengan kata-kata yang baik.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Adi bin Hakim)

“Tidak seorang hambapun bersedekah dengan suatu sedekah dari usaha yang baik, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik, melainkan Allah mengambilnya dengan Tangan Kanan-Nya lalu Dia memeliharanya sebagaimana salah seorang dari padamu memelihara anak kuda, sehingga kurma itu menjadi seperti gunung Uhud” (HR. Al-Bukhari, Muslim, At Tirmidzi dan An Nasa’i)

Rasulullah saw. bersabda ketika ditanya: “Manakah sedekah yang paling utama ?” “Beliau bersabda: “Kamu bersedekah dalam keadaan kamu sehat, kikir, kamu angan-angankan kekal dan takut miskin … “ (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah)

“Tidak ada seorang muslimpun yang memberi pakaian muslim lain kecuali ia dalam lindungan Allah Azza wa Jalla selama sesobek dari padanya ada padanya.” (HR At Tirmidzi dan Al Hakim dari hadits Ibnu Abbas)

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang akan ditawan.” (QS. Ad-Dahr 76:8 )

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai” (QS. Ali Imran 3: 92).

ADAB BATIN DALAM PENUNAIAN INFAQ

 “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan sorga …” (at-Taubah:111)

“Dan barangsiapa dijaga dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (al-Hasyr:9)

“Jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang faqir maka hal itu lebih baik bagi kamu.” (al-Baqarah:271)

 “Dan janganlah kamu membatalkan shadaqah kamu dengan membangkit-bangkit dan menyakiti.” (al-Baqarah:264)

 “Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi ‘ujub karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun.” (at-Taubah:25)

 “Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak.” (al-Baqarah:273)

“Untuk orang-orang faqir yang terikat di jalan Allah” (al-Baqarah:273)

Semoga kita senantiasa mendapat petunjuk untuk membantu sesama secara Ikhlas dan tidak hanya mengutamakan untuk ingin dilipat gandakan rizki yang kita sedekahkan.
Share this article :

Posting Komentar

 
www.newselvi.com
Copyright © 2014. New Selvi - All Rights Reserved
Self Learning Version
learning more easy and interesting