![]() |
| ilustrasi Rizki (sumber google) |
Mungkin kita sering mencari cara untuk mendatangkan Rizki atau Nafkah. Banyak persepsi bahwa Nafkah atau Rizki adalah tindakan yang sering dikaitkan dengan Uang
atau kekayaan materi. Tapi ada rizki yang teramat lebih yang sering kita abaikan yaitu nikmat yang Allah berikan berupa
berbagai kemudahan yang telah kita terima berupa nikmat sehat,
nikmat hidup dan nikmat-nikmat yang lain yang mungkin sangat jarang kita anggap
sebagai sebuah rizki.
Kadang kita sering mengeluhkan masalah penghasilan yang kita miliki hanya
karena kita merasa kurang dan iri dengan orang yang berada di posisi lebih tinggi atau posisi gaji yang berada di atas kita. Padahal disisi lain banyak orang yang ingin hidup di
posisi seperti kita yang kata orang jawa bahwa hidup adalah "sawang sinawang" atau dalam bahasa Indonesia yaitu hanya saling melihat sisi baiknya dan sisi luarnya saja(red). Nah, hal semacam inilah yang sering kita alami sehingga
kita terus menyibukkan diri hingga membuat diri kita menjadi bingun, capek atau
bahkan stress ringan yang ditandai dengan hati gelisah dan kurang nyenyak
tidur. Banyak orang yang rela melakukan jalan yang haram seperti korupsi, mencuri,
merampok, membegal, mencopet, suap menyuap dan tindakan yang lainnya hingga
kadang ada di antara kita yang sampai memutus tali silaturrahim, meninggalkan
ibadah atau bahkan tega membunuh saudaranya sendiri hanya karena harta dan
kebutuhan hidup.
Lantas apa penyebab-penyebab hal di atas? Hal ini simpel, karena kita
melupakan Allah, melupakan janji-janjinya, melupakan kekuasaannya. Tidakkah
kita menyadari bahwa Allah telah menjamin Rizki kepada hambanya dengan cara
yang tidak pernah di sangka-sangka asalkan kita mau berdoa dan berusaha dengan
sungguh-sungguh.
Cara berdoa dan berusaha untuk mendatangkan Rizki pun tidak asal-asalan, ada
beberapa cara yang mungkin sebagian dari kita sering melupakan atau bahkan
mulai jauh, yaitu :
- Bertaqwa Kepada Allah
- Istighfar dan Taubat
- Tawakkal kepada Allah
- Silaturahim
- Infaq fi sabilillah
- Menyambung haji dengan Umroh
- Berbuat baik kepada orang lemah
- Serius dalam beribadah
Mungkin cara-cara yang islami dan dianjurkan diatas sering kita lupakan, entah
karena kita terlalu sibuk memikirkan duniawi atau karena kita memang tidak
mempunyai dasar dan landasan yang kuat untuk berpegang teguh dengan cara-cara
tersebut.
Tiada rizki yang diturunkan ke dunia kecuali atas kehendak dan kekuasaan
Allah, oleh karena itu sebelum kita mengejar rizki, sebaiknya kita datang
kepada Allah. Percayalah dengan sepenuh hati bahwa Allah akan memberikan dan
memudahkan segala urusan yang kita jalani di dunia ini yang termasuk di
dalamnya adalah urusan rizki. Ada beberapa ayat yang mungkin sebelumnya kita
belum menyadari bahwa janji Allah untuk memberi Rizki begitu besar dan kadang
kita sendirilah yang sering melupakannya.
“Barangsiapa bertakwa kepada
Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluark, dan memberinya rezki
dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3)
“Supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan
dan rezki yang mulia.” (QS. Saba’: 4)
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki
dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan
hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isro’: 30)
“Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezki kepada
yang di kehendaki-Nya dan Dialah yang Maha kuat lagi Maha Perkasa.” (QS.
Asy Syura: 19)
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah
Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al
A’rof: 96)
“Dan (ingatlah juga), tatkala
Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah
(nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)
“Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh
Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki.
Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali
sore harinya dalam keadaan kenyang.”
Mungkin sedikit ulasan yang mungkin bisa merubah pola pikir kita yang
convensional menjadi pola pikir yang rasional sesuai dengan janji Allah.

Posting Komentar