Membaca sebuah setatus di FACEBOOK nampaknya membuat saya berfikir bahwa NEGERI ini nampaknya sudak tidak menghargai BAKAT...
Coba bayangkan jika satu GURU mengajar 1 hingga 2 atau sampe 5 Mata pelajaran, Setiap hari, Setiap Minggu, Setiap Bulan, Setiap Tahun hanya itu terus yang diulang. Apakah guru itu tidak hafal dengan yang dia ajarkan? Sementara murid-muridnya dalam jangka waktu satu tahun sudah disuruh menguasai materi yang hampir tiap minggunya berubah-ubah. Mungkin sebagai murid kewajibannya adalah belajar dan belajar, tapi GURU juga perlu untuk membaca kapasitas orang. Bukankah setiap orang memang terlahir dengan bakat masing-masing?
Coba lihat dengan kurikulum yang sampai-sampai tiap MENTERI ganti, KURIKULUM selalu ganti. Dan GURU yang memiliki Tunjangan SERTIFIKASI semakin menjadi jadi untuk mengejar atau meningkatkan SERTIFIKASI yang dimiliki.. dan JIKA murid Sakit mereka akan KETINGGALAN PELAJARAN. jika guru sakit mereka bisa TITIP TUGAS pada pengajar lain.
Bagaimana negeri ini bisa baik? jika kita selalu menggembar gemborkan moral tapi kita sendiri tidak melaksanakan dan memberi contoh pada anak-anak kita, murid-murid kita, atau penerus-penerus kita? Seakan tidak ada bentuk fear yang kita tunjukkan sebagai contoh untuk mereka.
Kita selalu menganggap kalau tidak bisa Matematika, Komputer dan Bahasa mereka adalah orang-orang yang bodoh seperti status di facebook berikut ini yang saya temui... mari disimak
![]() |
| Mari Ajarkan Mereka dengan Contoh dan Etika |
NAH LOH....... Jangan pernah menganggap BODOH murid-murid ANDA jika anda sebagai GURU.....
JANGAN paksa ANAK-ANAK anda untuk belajar pada hal yang mungkin bukan pada PASSIONnya....
KASIH MOTIVASI dan GALI Skill mereka agar ke arah positif....
YANG namanya ANAK PINTAR tidak HARUS MATEMATIKA, KOMPUTER, BAHASA nilai A..
Coba tengok NEGERI INI... banyak yang pinter hitung-hitungan / MATEMATIKA sampe-sampe KPK bilang banyak markup...
Banyak yang pinter KOMPUTER sampe-sampe hampir tidak ada yang tidak tahu FACEBOOK, TWITTER, BBM dll...
Lihat yang pinter BAHASA.. sampe-sampe pada milih bekerja di luar NEGERI karena GAJI lebih mumpuni, Transparansi kerja lebih all out tidak ada saling menyalahkan...
COBA Tengok dan pelajari kata-kata bijak berikut ini, yang sering kita LIHAT, DENGAR atau bahkan kita UCAPKAN sendiri......
Biasanya : "Dikelas kerjaannya cuma gambar, mau jadi apa?"
Diganti dengan : "Wah gambaranya hebat, nanti kamu pasti bisa jadi pelukis! Nanti lukisin wajah ibu ya?"
Biasanya : "Dikelas tiap hari bawa gitar, mau jadi apa?"
Diganti jadi : "Wah kamu yang tiap istirahat main gitar yah? Nanti kalo albumnya udah keluar ibu bagi ya "
Biasanya : "Kejuaraan futsal selalu menang dan nilai olahraga selalu bagus tapi nilai pelajaran lain jelek, mau jadi apa?"
Diganti jadi : "Wah mantab kamu! Pasti kamu nanti yang jadi pemain utama Indonesia buat maju ke world cup! Iya dong! Ibu bosen lihat Indonesia gak masuk-masuk world cup! Nanti kamu yah yang mimpin! Gila, pas SMA aja kamu udah menang terus di semua perlombaan, kamu pasti bisa!"
Biasanya : "Tiap hari bawa kamera, mau jadi apa?"
Diganti jadi : "Wah hebat... Kamu mau ajdi sutradara ya? Nanti kamu nyusul ke hollywood yah harumkan nama bangsa disana, kaya sutradara2 Indo yg udah sukses disana, atau animator2 indo yg sukses disana.. Semangat! Pasti bisa!
Menyemangati psikologis sebagai guru, apa susahnya?
kelihatannya hal sepele, tapi jadi guru itu kudu hati-hati, yang keluar dari mulutmu adalah pena-pena permanen di halaman-halaman putih polos anak-anak itu.
Bayangkan, berapa anak Indonesia yang seharusnya jadi musisi ternama, pemain bola melebihi kualitas David Beckham, Pelukis tersohor mengharumkan nama bangsa, dan lain-lain, DIBUNUH cita-citanya dalam fase ini, alhasil SEMUANYA jadi karyawan luntang-lantung yang gak tau arah idupnya sendiri, karena penyamarataan pemikiran dan hilangnya gairah karena cita-cita aslinya ditarik paksa. Nanti alasannya : "Biar realistis". Setau gue, dulu pas Alpha edison bilang ke temen2nya bakal nemuin penerangan tanpa lilin, temen-temennya juga bilang hal yang sama : "Jadi realistislah". Dan sekarang layar HP dan PCmu pake lampu apa lilin?
Ntar pas udah pada di fase ini, jadi pengeluh : Hidup susah, LIFE SUCKS, I hate monday, bla-bla, dan jadilah 1838 miliar turunan bangsa pengeluh
MAU JADI APA? MAU JADI APA?

Posting Komentar