Istighfar dan taubat biasanya selalu beriringan,
karena orang yang beristigfar biasanya orang-orang yang dalam kondisi bersih
dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya
atau mungkin untuk mencegah dosa yang belum atau niat buruh yang mungkin bisa
terjadi dan menimpa diri kita.
Pada dasarnya Istighfar adalah ucapan yang gampang
diucapkan tapi cenderung susah untuk mencari maknanya. Tapi yang perlu kita
tahu bahwa dengan beristighfar juga bisa membuat anggota tubuh bahkan pikiran
dan perasaan kita ikut terpengaruh. Mungkin kita akan menjadi orang yang lebih
Jujur, menghindari dusta dan mengutamakan perbuatan yang baik.
Manusia adalah makhluk yang mudah terombang-ambing
antara jalan yang baik dan jalan yang buruk. Bahkan ada orang yang beristighfar
hanya di mulut dan tidak dilakukan sesuai dengan kenyataan mengenai perbuatan
baik yang harusnya dilakukan olehnya hanyalah sebuah dusta yang dilakukan oleh
para pendusta. Maka dari itu hendaknya amalan istighfar digunakan sebagai
jembatan menuju kebaikan dan dilakukan dengan serius, karena istighfar adalah
sebuah bentuk amalan yang mudah dan bisa kita lakukan sehari-hari agar kita
bisa menjaga Iman kita kepada Allah SWT.
Untuk
bisa memaknai istighfar dan taubat, hendaknya kita lebih menata hati dan
memahami arti taubat dan istighfar
Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan :
"Dalam istilah syara', taubat
adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah
dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan
apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti
syarat taubatnya telah sempurna"
Adapun istighfar,
sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah " Meminta
(ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah.
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya
Dia Maha Pengampun" [Nuh/71 : 10]
Sudah
tahukah kita bahwa ISTIGHFAR dan TAUBAT adalah sebuah jembatan untuk membuka
RIZKI?
Mungkin kita jarang untuk menyadari hal tersebut,
tapi didalam Al quran ada ayat yang
menjelaskan tentang hal tersebut, yang berbunyi seperti berikut:
"Dan (Hud berkata), Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu
bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat
atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu
berpaling dengan berbuat dosa". [Hud /11: 52]
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat". [Hud/11 : 3]
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat". [Hud/11 : 3]
"Maka aku katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu', sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". [Nuh/71 : 10-12]
Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa menta'atiNya, niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai diantara kebun-kebun itu (untuk kalian)".
Imam Al-Hasan Al-Bashri menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.
Bagi kita yang merasa susah mendapatkan REJEKI atau REJEKI seret, maka perlu adanya usaha untuk mencari rezeki tersebut yang termasuk di dalamnya adalah memohon dan meminta ampunan pada yang Maha Memberi Rizki. Mungkin kita memiliki dosa yang belum terhapus atau dosa yang menghalangi rejeki kita selama ini yang mungkin masuk dalam 10 Dosa Besar.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.”
Rasulullah SAW yang merupakan suri tauladan abadi yang terjaga dari dosa merupakan hamba yang juga tidak lepas dari cobaan di dalam hidup beliau. Tapi lantas beliau tidak lengah dan meninggalkan ibadahnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Wahai sekalian manusia.
Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” [HR. Muslim]
“Demi Allah. Sungguh aku
selalu beristighfar dan bertaubat
kepada Allah dalam sehari lebih dari 70
kali.” [HR. Bukhari]
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa shalat sehingga kakinya pecah-pecah. Kemudian aku mengatakan kepada beliau, ‘Wahai rasulullah, kenapa engkau melakukan hal ini padahal engkau telah diampuni dosa yang telah lalu dan akan datang.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Tidakkah engkau menyukai aku menjadi hamba yang bersyukur." [HR. Muslim no. 7304]
Semoga
bermanfaat dan kita bisa menjadi hamba yang bersyukur atas karunia dan nikmat
yang kita dapatkan serta bisa beristighfar dan bertaubat setiap hari dan
menjadikan hidup kita lebih baik dengan rejeki yang baik.

Posting Komentar