Dalam berbagai kesempatan saya sering mendengar cerita mengenai keajaiban sedekah yang memang mendatangkan rizki bagi mereka yang mengamalkannya. Memang, kebaikan sedekah merupakan sebuah perbuatan yang mungkin sangat sulit untuk dilakukan karena peribadi tiap orang sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Berbagai macam alasan bersedekah biasanya seperti ini :
- Bersedekah karena ingin dipuji
- Bersedekah karena sedang meminta sama Allah
- Bersedekah karena ikut-ikutan
- Bersedekah karena kebiasaan
- Bersedekah karena niat beribadah kepada Allah
Apapun niat yang anda sematkan di dalam hati, hanya anda yang tahu baik dan buruknya. Tetapi, Allah sudah memberi petunjuk dan pegangan agar kita tidak salah dalam hal melakukan sedekah. Memang sedekah jika dilakukan dengan ikhlas, ganjaran yang didapatpun akan berlipat ganda. Hal ini karena setiap sedekah akan dibalas dengan perumpamaan Satu Biji akan tumbuh Tujuh Tangkai yang dalam setiap tangkai menghasilkan Seratus Biji.
Bayangan akan nikmat yang didapatkan sangat besar dari hasil sedekah. Tak jarang banyak orang yang justru salah niat dalam bersedekah karenanya. Mengharap kebaikan kepada Allah adalah hal yang wajib, tapi alangkah baiknya jika setiap niat yang kita terapkan selalu berpegang pada keikhlasan. Kenapa demikian? karena di dalam bersedekah ada larangan yang harus kitapenuhi.
Larangan dalam bersedekah
- Menunda Sedekah
- Mengungkit-Ungkit Sedekah
- Bersedekah dengan cara kasar yang bisa menyakitkan Hati
- Menimbang-nimbang hingga tidak ikhlas atau bahkan batal bersedekah
- Sedekah dengan hal yang buruk / tidak baik
Jika hal diatas anda terjadi pada anda, hendaklah anda mencoba untuk sedikit demi sedikit menghilangkannya agar tidak sia-sia sedekah yang kita lakukan.
Sedangkan adab dalam bersedekah adalah sebagai berikut :
- Dilipat gandakan ganjaran / pahala bagi orang yang bersedekah
- Teman di hari pembalasan
- Mendapat Rahmat Allah
- Dijanjikan Balasan yang baik
- Senantiasa Diberkati
- Tidak menjadi sebuah kerugian
- Kesempurnaan dalam melakukan Amalan
Kadang menjadi manusia kita kurang menyadari dan sering berburuk sangka kepada Allah atas semua kesulitan yang kita alami. Atau kadang kita terlalu sombong untuk menceritakan amalan-amalan yang kita perbuat. Nah disinilah kita harus berintropeksi diri. Karena, apa yang dijanjikan Allah dalam kitab Alquran adalah benar adanya jika kita mau mempelajari dan mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.Lakukan apa yang menjadi kewajiban kita, maka Allah akan membalasnya dengan caranya sendiri. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang dikehendaki dan Allah maha luas karunianya lagi maha mengetahui.
Sebuah cerita yang cukup menarik ketika ada seorang pemuda yang telah dipecat dari tempatnya bekerja dan melakukan sedekah dengan harapan untuk mendapatkan pekerjaan. Enam bulan bukanlah waktu yang pendek bagi orang yang menganggur dan harus menafkahi adiknya yang masih kuliah dan SMA serta ayahnya yang sedang menderita sakit. Dengan terpaksa motor semata wayang yang pemuda ini miliki di jual untuk biaya menyambung hidup.
Tak mudah memang menjalani hidup ketika kesusahan menimpa, tapi yang perlu di ingat adalah bahwa selalu ada kemudahan dibalik kesulitan. Tapi, sebagai orang yang sedang terbelit masalah ekonomi, pemuda ini pun menjadi gampang tersulut emosi karena beban yang dihadapinya sampai sempat meyalahkan Allah karena kehidupannya.
Kadang Kita Tidak Ikhlas dalam beribadah
Suatu ketika hidayah menghampirinya melalui tukang sapu yang menyedekahkan uangnya dalam jumlah yang cukup banyak dan rutin dilakukan. Si tukang sapu ini akhirnya memberikan jawaban atas apa yang dilakukannya pada pemuda ini. Tapi si pemuda masih ragu atas pertolongan Allah yang diberikan atas perbuatan si tukang sapu tersebut. Lalu apa jawaban dari si tukang sapu ini? dia hanya bilang dengan penuh kayakinan dan dia menjelaskan bahwa kita kalau ibadah kadang tidak ikhlas ketika yang kita minta sama Allah tidak terkabul. Padahal Allah mempunyai rencana lain yang jauh lebih besar dari apa yang kita harapkan selama ini.
Hati yang tergugah akhirnya memantapkan langkah pemuda ini untuk menyedekahkan semua uang yang dia miliki di dompet. Tapi apa yang terjadi? bukan pertolongan dan kemudahan yang dia dapat, malah cobaan bertambah menimpa pada dirinya. Ayahnya harus masuk dan dirawat di rumah sakit. Kesulitan finansial membuat pemuda ini harus leri kesana kemari untuk mencari pinjaman tapi tidak dapat. Akhirnya dia mencoba pasrah dan menyerahkan dirinya kepada Allah.
Allah Tak Pernah Ingkar Janji
Malam itu dia ketemu temen ayahnya di rumah sakit ketika lagi merenung. Keajaiban pun terjadi, Pak jamal menceritakan kebaikan-kebaikan bapaknya yang dulu pernah dilakukan kepada pak Jamal. Memang kebaikan kadang tidak langsung dibalas seketika seperti yang diceritakan di dalam film ini. Pada akhirnya sebuah amanat besar diberikan pak jamal pada pemuda ini untuk menjadi manajer di perusahaan baru yang dimiliki pak Jamal dan kawan-kawannya.
Kehidupan akhirnya berbalik, pemuda yang dulu meragukan pertolongan Allah kini harus menerima kenyataan yang diluar harapannya. Dan kini pemuda itu tidak pernah berburuk sangka pada Allah lagi. Shalat tepat waktu dan berjamaah juga menjadi motivasinya dalam pekerjaan baru yang dia lakukan. Selain itu dia juga berpegang teguh bahwa Allah tak Pernah Ingkar Janji.
Pendidikan Moral apa yang kita bisa ambil dalam cerita diatas? mari kita renungkan.
Posting Komentar