Cinta tak selamanya indah meskipun rencana manusia sudah diatur sedemikian rupa untuk menyiapkan pesta perkawinan dan membina rumah tangga yang indah sampai ajal menjemput. Tapi manusia tetaplah manusia, janjinya tidak bisa dipercaya. Pada akhirnya Allah lah yang menentukan semuanya, begitu pula dengan cinta yang dimiliki aisyah dan bram. Meskipun cinta mereka sempat putus lantaran aisyah menginginkan untuk menjauh dari perbuatan zina, tapi pada akhirnya bram bertekad untuk mendapatkan aisyah kembali dengan melamarnya. Cara yang digunakan bram pun tidak mulus karena aisyah hampir tidak mau mengangkat telphon dari bram, bahkan aisyah malas untuk bertemu bram. Pada akhirnya aisyah minta bram untuk menemui ayahnya jika memang serius dengan dirinya.
Keseriusan bram terbukti benar dengan menunjukkan kedatangan bram untuk melamar aisyah. Bukan sambutan baik yang di dapat malah justru sebaliknya. Bram di maki-maki oleh ayah aisyah dan hampir-hampir putus asa karenanya. Tapi diluar dugaan, bram diterima oleh ayah aisyah untuk melamar anaknya. Bisa dibayangkan gambaran kegembiraan seorang wanita yang hendak dipinang oleh lelaki pujaan hatinya, Bunga-bunga surga seakan bertabur mengelilingi tubuh dengan keharuman semerbak memenuhi relung hati yang dipenuhi dengan rasa cinta. Hati seorang wanita mana yang tidak bahagia? Seakan akan doa yang aisyah panjatkan selama ini dikabulkan oleh Allah. Tapi itulah manusia, janjinya tida pasti. Dan pada akhirnya bersandar pada janji Allah adalah jalan yang terbaik untuk melangkah.
Tiada yang Bisa Menjamin Janji Manusia
Kita tahu tidak semua yang kita anggap baik merupakan hal yang baik untuk kita dan tidak selamanya hal yang kita anggap buruk itu buruk untuk kita. Jangankan untuk bertindak macam-macam, berpegang tangan pun aisyah berusaha menolaknya. Tapi kali ini sungguh diluar dugaan aisyah !!! Bencana meluluh lantakan keimanan aisyah seketika. Disaat semua sudah jelas, bram menghilang begitu saja tanpa memikirkan perasaan wanita yang ditinggalkannya. Aisyah pun tak kuat menahan tangis, bahkan aisyah cenderung mengurung diri di dalam kamar selepas ditinggal bram.
Bram, seorang pujaan hati yang berjanji ingin melamarnya begitu tega meninggalkan aisyah tanpa sepucuk pesan. Tapi itulah janji manusia, janjinya bisa berubah dan Allah lah sebaik-baik pemberi janji dan tiada keraguan padaNya. Waktu terus berlalu, akhirnya aisyah sadar dan bangkit kembali untuk merajut asa, menghapus noda tangisan di hatinya. Aisyah memilih menabur cinta pada sesama untuk melupakan bram. Dia mengajar anak-anak untuk menghibur dirinya hingga melupakan rasa sakitnya setelah ditinggal bram.
Memang dunia adalah panggung sandiwara, begitu nyanyian yang sering kita dengar. Aisyah yang tidak pernah mencoba menyisakan setitik cintanya, akhirnya bertemu pengganti bram. Mungkin tak mudah memang berhayal untuk bisa hidup bersama di surga dengan bram yang telah mendahului menghadap yang maha Kuasa. Tapi itulah cinta dan Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hambanya, di saat pernikahan tinggal menghitung hari, mereka dipisahkan oleh kehendak Allah lewat Kematian.
Pingin tahu kisah selengkapnya? silahkan tonton videonya..
Pesan Moral..
Kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita, hendaklah kita terus berlindung kepada Allah dan menjauhi Zina. Meskipun rencana Manusia sudah dirancang sedemikian rupa, kehendak Allah lah yang menentukan segalanya.
Semoga bermanfaat
Posting Komentar