Sebagai manusia, kita sering mengeluh terhadap masalah yang sering kita hadapi di dunia ini. Mungkin hal mendasar yang membuat kita seperti ini adalah kesadaran kita yang kurang sebagai mkhluk Allah sehingga kita lupa akan Allah yang telah menciptakan kita.
Satu hal yang perlu kita ingat adalah bahwa Allah tidak akan menguji manusia diluar batas kemampuannya, segala sesuatu ada caranya dan semua ada jalan penyelesaiannya. Dari sinilah kita perlu memotivasi diri kita untuk bisa sadar dan mengambil semua momentum di dalam hidup kita sebagai momentum untuk menyadarkan diri dan memahami bahwa perjalanan hidup ini pasti ada hikmahnya, mungkin hikmah tersebut tidak kita rasakan dalam waktu setahun atau dua tahun, bisa juga kita akan merasakan hikmah tersebut dalam waktu 10 tahun 20 tahun atau bahkan lebih dari itu. Mungkin juga secara tidak sadar kejadian yang kita alami sudah ada hikmahnya bagi orang yang ada di sekitar kita.
Kerja keras, itu kata yang sering kita ucapkan dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi yang perlu di ingat bahwa dengan kerja keras anda belum tentu mendapatkan apa yang anda inginkan tanpa doa dan mendekat kepada Allah. Hal seperti ini sering saya alami, ketika kita susah payah bekerja, ketika kita susah payah mengejar impian, kita hanya bisa tertunduk lesu ketika melihat hasil bahwa apa yang kita rasakan sangat berbeda jauh dengan apa yang kita impikan. Kita mungkin menginginkan ABC tapi Allah belum tentu memberikan ABC, karena Allah tau dan Allah akan memberikannya ketika kita sudah siap dan mampu untuk menerimanya. Hal tersebut yang saya rasakan, ketika dunia itu dikejar sejadi-jadinya, justru yang saya dapatkan hanya sesal dan kekecewaan semata. Tapi ketika dunia dicari dengan disertai doa, memohon pada Allah, ada saja jalan yang saya dapatkan. Mungkin hanya sekilas saja, tapi hal tersebut sangat mudah dan sangat menyenangkan ketika saya merasakannya. Yang saya alami baik keinginan atau apa yang saya harapkan begitu mudahnya saya dapatkan, waktunya juga Allah yang mengatur dan saya merasakan hal tersebut pas ketika memang saya sedang membutuhkan.
Kalau dengan cara mendekat Allah kita belum bisa, mari sejenak kita koreksi diri kita terlebih dahulu. Berbuat baik mungkin adalah suatu cara yang bisa kita lakukan terhadap sesama. Tidak perlu muluk-muluk semua di nilai dengan materi, semua ada saatnya, semua ada momentnya, jadi yang perlu kita lakukan adalah dengan memilih moment tersebut, kapan saatnya kita harus menghitung dengan materi dan kapan saatnya kita juga harus membuang jauh-jauh pikiran tersebut.
Ada catatan kecil yang sering di gembar-gemborkan ustad Yusuf Mansur ketika dia memberikan Ceramahnya di setiap kesempatan, mungkin ini terdengar biasa, tapi saya rasa apa yang dia ceramahkan adalah hal yang amazing dan memang perlu dipahami semua orang. Ustad yang satu ini tak hanya mengorientasikan sebuah kehidupan, sebuah ikhtiar, yang tidak hanya berlandaskan pada kerja, kerja dan kerja akan tetapi juga melandaskan semua pilihan dengan di imbangi doa, sedekah, dan amalan ibadah lainnya. Sebelum semua itu kita laksanakan dia mengaskan untuk kita mengkoreksi diri kita terlebih dahulu, mungkin diri kita penuh dengan dosa di masa lampau hingga terhalang apa yang kira inginkan. Sepuluh dosa tersebut adalah :
- Syirik
- Meninggalkan Sholat
- Durhaka terhadap orang tua
- Zina
- Makan Harta Haram
- Mabok
- Memutus silaturahmi
- Berbohong / Berkesaksian palsu
- Kikir / Pelit
- Gibah / Menggunjing

Posting Komentar