Hati-Hati atas Perkataan yang anda ucapkan, Katamu Adalah DOAmu

Selasa, 18 November 20140 komentar

Print Friendly and PDF



Kekuatan sebuah Do’a
Sebuah riwayat mengisahkan bahwa ketika Allah swt menciptakan Nabi Adam as yang rencananya akan ditempatkan di muka bumi, mengundang Tanya para malaikat, “Mampukah manusia menempati bumi?” Pasalnya, ketika itu bumi belum stabil, tidak berputar pada porosnya. Masih bergerak tak menentu tanpa arah yang pasti.
“Aku akan menjadikan gunung!” Ketika gunung tercipta maka bumipun menjadi tenang. Bergerak stabil berputar pada porosnya.
Para malaikat pun terheran-heran menyaksikan kekuatan pasak bumi bernama gunung yang sangat hebat itu. Mereka pun penasaran dan bertanya lagi kepada Allah swt, sehingga terjadilah dialog selanjutnya.
“Adakah yang lebih kuat daripada gunung?”
“Ada, yaitu besi!”
“Adakah yang lebih kuat daripada besi?”

“Ada, yaitu api!”
“Adakah yang lebih kuat daripada api?”
“Ada, yaitu air!”
“Adakah yang lebih kuat daripada air?”
“Ada, yaitu angin!”
“Adakah yang lebih kuat daripada angin?”
“Ada, yaitu do’a!”
Dialog di atas menunjukkan betapa dahsyat kekuatan sebuah kata bernama “do’a”. Do’a bukan semata-mata sesuatu yang harus diutarakan secara formal sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan Rasulullah saw, tetapi juga segala yang terucap secara lisan ataupun masih dalam hati sekalipun. Do’a setiap makhluk akan selalu didengar oleh-Nya dan niscaya akan diperkenankan.
Dalam Al Qur’an surat Al-Mu’min (40) ayat 60, Allah swt berfirman:
 “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”.
Setiap Perkataan adalah Do’a
 Kadang stiap manusia itu bersifat egois, ketika dia punya harta akan disombongkanlah harta-harta itu kepada lingkungan sekitarnya dengan berlebih-lebihan dari apa sebenarnya yang dia miliki. Akan tetapi jika ada tetangga, saudara atau teman mau meminjam uang padanya, dia mengatakan bahwa dirinya tidak punya uang. sadarkah hal yang semacam ini adalah doa yang bisa mendoakan dirinya sendiri?

Sebagai manusia hendaknya kita lebih menjaga apa yang kita omongkan dalam keseharian kita agar kata-kata yang menjadi doa tersebut bukanlah kata-kata yang buruk.

Pernah ada suatu cerita, Ada seseorang yang membeli bahan baku yaitu kayu kepada penjual kayu. Pada saat melakukan transaksi pembelian, si pembeli berhutang kepada penjual kayu untuk beberapa minggu dan akan dilunasi ketika barang yang dia produksi terjual dan memperoleh uang. Suatu ketika si Penjual Kayu yang sedang menagih ke rumah pembeli tersebut berharap memperoleh uang dari apa yang ia pinjamkan kepada penjual. Namun apa yang terjadi ketika dia sampai di rumah Pembeli tersebut? hanya kekecewaan yang dia dapatkan, rencana untuk menagih hutang berujung cacian dengan perkataan "Kamu lagi kamu lagi, Uang aja ga ada kok nagih terus, Tau gak kalo usaha lagi susah" padahal orang yang managih tersebut melihat bahwa waktu mau masuk orang yang ditagih tersebut memegang uang puluhan juta yang sedang dihitung dan di taruh di dalam plastik hitam, ketika mau mengetuk pintu penjual tersebut melihat uang itu bergegas di taruh dibawah meja. Tahukah anda beberapa tahun kemudian si Penghutang tadi gulung tikar atas usaha yang dilakukan karena ditipu orang, dan rumahnya dijual hingga memaksa dia untuk tinggal di rumah biasa yang tidak seperti rumah dia sebelumnya.

ingatlah kata-katamu adalah doa terlebih jika kata-kata itu di amini oleh orang lain yang merasa terzalimi. lantas apa yang terjadi pada dirimu?



Share this article :
 
www.newselvi.com
Copyright © 2014. New Selvi - All Rights Reserved
Self Learning Version
learning more easy and interesting